PT Putrowayah Perkasa membantu pemilik gedung, konsultan, kontraktor MEP dan facility management membangun sistem Building Automation System (BAS) yang terintegrasi, scalable dan siap dikembangkan menjadi Smart Building.
Building Automation System (BAS) adalah fondasi penting untuk gedung modern karena sistem ini menghubungkan HVAC, power meter, lighting, fire alarm monitoring, access control, water system, utility monitoring dan dashboard operator ke dalam satu sistem yang mudah dipantau.
Sebagai kontraktor BAS Indonesia, Putrowayah fokus pada pekerjaan engineering, integrasi sistem, programming, dashboard, alarm, trend, report, testing commissioning dan support setelah sistem berjalan.
Monitoring dan kontrol chiller, AHU, FCU, pump, fan, damper, valve, sensor temperature, humidity dan differential pressure.
Integrasi power meter, water meter, gas meter, trend konsumsi, tenant billing dan laporan energi gedung.
Integrasi BAS/BMS dengan BACnet, Modbus, KNX, DALI, MQTT, API, dashboard web dan SCADA/BMS platform.
Putrowayah dapat membantu integrasi berbagai subsistem gedung seperti HVAC, electrical metering, lighting control, fire alarm monitoring, access control, lift monitoring, water treatment, sewage treatment, genset, pump system dan utility monitoring.
Kami dapat menyesuaikan solusi dengan kebutuhan project, mulai dari Siemens Desigo CC, Siemens controller, EQU-SMART Building Automation, SCADA dashboard, web dashboard, hingga integrasi ke sistem pihak ketiga menggunakan gateway atau API.
Kontrol HVAC critical area, monitoring suhu/kelembaban, pressure room, alarm dan report.
Tenant metering, HVAC scheduling, energy monitoring, alarm management dan dashboard operator.
Utility monitoring, equipment status, trend data, preventive maintenance dan integrasi SCADA/BMS.
Putrowayah memahami kebutuhan teknis proyek BAS/BMS dari sisi engineering dan operasional. Fokus kami bukan hanya memasang perangkat, tetapi memastikan sistem mudah dibaca operator, data historis tersedia, alarm jelas, dan integrasi dapat dikembangkan ketika gedung bertambah kompleks.
BAS berfokus pada otomasi dan kontrol equipment gedung. BMS lebih luas karena menjadi platform monitoring, dashboard, alarm, trend, report dan integrasi multi-sistem.
Bisa. Gedung existing dapat diintegrasikan bertahap dengan membaca protocol yang tersedia seperti BACnet, Modbus, KNX, DALI, dry contact, API atau gateway tambahan.
Bisa. Estimasi biasanya dihitung dari point list, jumlah controller, field device, panel, kabel, integrasi, software, programming dan testing commissioning.
Kirim BQ, point list, gambar single line, layout, scope MEP atau kebutuhan awal project. Tim Putrowayah dapat membantu mapping scope, architecture, estimasi budget dan strategi integrasi.